Minggu, 14 Juli 2013

Tak Perlu Gentar, Aku Masih Punya Nenek



Ramadhan kali ini, merupakan Ramadhan ke Sembilan aku berpuasa tanpa ibu. Makan sahur apa adanya, berbuka makan apa yang ada. Jika ingat dulu, aku jadi malu. Ketika kecil, aku sangat susah dibangunkan sahur oleh ibu. Bahkan, aku senang berpuasa tanpa sahur, tapi puasaku hanya sampai adzan zuhur saja. Lamban laun, ibu mengajarkan semuanya. Ia mengajarkanku, untuk tetap bangun sahur, untuk tetap bersabar hingga waktu berbuka tiba, bahkan ibu sering menjaga puasaku. Dia kecewa jika aku kecil sering meminta berbuka puasa sebelum waktunya.


 Ibu oh ibu. Sudah lama aku tak merasakan Ramadhan dengannya. Kini Ramadhanku hampa, tak ada yang menarik. Bahkan tak ada yang membuat aku menunggu. Saban hari hingga hari fitri tiba aku menghabiskan Ramadhan seorang diri, kuakui aku memang bukan anak kost yang jauh dari orang tua. Tapi, harus kuterima juga aku yang dari dulu hingga kini semenjak ibu pergi menjalani Ramadhan yang kosong. 

Mana Ayah? Ayah pergi. Ntahlah kemana. Setiap kali berbuka tak ada dirumah, begitu pula setiap kali sahur datang. Aku sangat jarang merasakan keharmonisan Ramadhan seperti keluarga harmonis yang terlihat dilayar kaca televisi.

Ah. Tidaaakk !

Aku hampir melupakan seseorang, yang selama ini telah berusaha menggubah Ramadhanku menjadi lebih baik. Meski tak sanggup lagi untuk berpuasa, dia selalu bangun ketika sahur tiba. Sangat sabar membangunkanku, bahkan ia kerap kali menghidangkan berbagai hidangan sederhana di meja makan ketika hendak berbuka.

Dia selalu mengajarkanku untuk tidak mengeluh dengan apa yang sudah di tuliskan Tuhan. Dia juga berusaha untuk menjadi apa yang aku butuhkan. Menjadi Ayah. Menjadi Ibu. Menjadi Guru. Bahkan menjadi teman untuk bergurau. Dia ada kapan pun aku butuhkan.

Iya, dia Nenekku. Nenek yang selalu sabar menemani dan berada didekatku.

Dengan apa harus aku bayar kesetiaan, kesabaran, kebaikan, kasih sayang serta celotehannya? Ntahlah, aku hanya berharap Allah akan menempatkannya di tempat yang paling indah disisi Rabb ku.

Ramadhan kali ini, aku juga tak berharap lebih dari semuanya. Aku mengerti akan takdir yang dituliskan Tuhan. Aku tak menangisi kepergian Ibu yang sangat berasa setiap Ramadhannya. Aku juga tak berharap, ayah yang akan menyediakan waktunya untuk duduk bersama di meja makan untuk menikmati sahur dan berbuka.

Itu semua tak berasa lagi. Kini aku sadari, aku punya nenek yang ada disetiap hari. Ramadhan atau pun bukan. Dia tetap ada. Yang sangat mengharukan bagiku adalah ketika nenek kini tidak dapat lagi berpuasa, nenek tetap bangun ketika sahur, dan ia tetap menyiapkan makanan ala kadarnya ketika berbuka puasa. Karena aku yakin, ia berfikir kalau ia masih memiliki seorang cucu, yang masih sangat membutuhkannya.

Ramadhan kali ini? Sangat berasa bahagianya, eum itu semua juga berkat nenek. Nenek selalu melakukan yang terbaik bagiku. Selalu. Sepertinya dia, Tidak ada waktu tanpa memikirkan nasibku.

Satu kalimat berjuta makna untukmu. Terima Kasih Nenek :D

Note : Tulisan ini ikut serta dalam ngeblog bareng FLP Aceh, dengan tema "FLP Mengguncang Ramadhan"

9 komentar:

sman1peukanbada mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
sman1peukanbada mengatakan...

harus selalu bersyukur apa yang kita nikmati/lakukan sekarang, insyaAllah tuhan punya cara yang terbaik kedepan,keep spirit...!!

Fitria Larasati mengatakan...

Dara kakak terharu bacanya :(
jadi adik kakak ya, adik kk di FLP...
kakak juga ibu sudah lama di panggil Allah dek,
Insya Allah kita ketemu ibu kita di Syurga ya... :D

Darahersavira mengatakan...

Helmi : iya,. insyaallah akan terus semangat. Terima kasih kunjungannya ke blog saya.

Kak Laras : Wah, mau sekali kak. Punya kakak seperti kak Laras :) wah, ternyata senasib ya kak.
iya amin, semoga bisa ketemu disurga :D

Aslan Saputra mengatakan...

Kita senasib dara. Perbanyaklah membaca Alquran. Sebab Allah lebih dekat dengan orang-orang yang rajin membaca Alquran..

Darahersavira mengatakan...

:D insyaallah, Maksih sarannya bang Aslan. Tetap semangat..

nh mengatakan...

^.^

Dofa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Dofa mengatakan...

ooooo ini yang namanya dara hersavira cucu nenek ya...............
heheheheheh
seru masih ada nenek yang selalu setia dengan cucunya

Posting Komentar