Selasa, 30 Juli 2013

Ketika Ayah Bercerita

Hari itu tak seperti hari biasanya. Aku dan Ayah dapat duduk bersama. Kebetulan aku dan ayah tidak memiliki kesibukan masing-masing. Kami duduk bersama, hal ini terasa begitu langka. Terkadang, aku  bertemu ayah hanya tiga atau empat kali dalam sepekan. Seperti biasa, ketika kami bertemu ayah menanyai bagaimana keadaan kuliahku, pergaulanku dan apa yang menjadi kesulitanku selama ini.
Ayah termasuk tipikal orang yang sangat perhatian. Ia selalu saja berusaha menjadi wadah untuk menampung semua cerita-ceritaku. Ia berusaha masuk ke dalam kehidupanku. Hari itu, wajahnya murung. Aku rasa ada sesuatu yang menganjal dirinya. Ternyata benar, ia mulai membuka percakapan.

“Ayah, rindu sekali dengan ibumu. Semua mengenai dia, ayah rindukan. Perhatiannnya, cara masaknya hingga hal yang sangat kecil yaitu senyumannya,” ujar ayah menatapku.

Sangat tumben ayah bercerita mengenai ibu, karena ia takut aku akan bersedih dan sebisa mungkin mengeluarkan air mata untuk sebuah kata merindu. Namun, hari itu kerinduan itu tampak jelas diwajahnya. Aku hanya terdiam, berharap ia melanjutkan pembicaraan.

“Adek tau dulu, pertemuan ayah dengan ibumu begitu rumit. Mungkin lebih rumit dari sinetron cinta fitri yang seasonsnya tidak tamat-tamat, tapi ayah yakin kalau jodoh tak kemana,” ayah berbicara sambil sesekali bergurau dan tersenyum.

“Bagaimana ceritanya? Mungkin bisa jadi pelajaran bagi adek,” lanjutku, yang sangat ingin mendengarkan kisahnya.

Sebelum bercerita, ayah menarik nafas panjang. Mungkin, pahit manis kenangan bersama ibu akan ia putar untukku sekejab. Ayah bercerita, ayah bertemu ibu ketika ayah baru memulai mengenyam bangku diperguruan tinggi. Dan ibu ketika itu baru duduk dibangku SMA. Ayah yang memiliki hobby sama dengan almarhum abangnya yaitu bermain bola volley memiliki seorang sahabat dekat.

Sahabat dekat itu, tak lain adalah abang kandungnya ibu. Memiliki hobby yang sama dan sudah sangat akrab. Ayah dan abangnya sering bermain dan berkunjung ke rumah ibu. Untuk perihal menemui abangnya ibu. Abangnya ibu juga memperkenalkan ibu kepada mereka. Namun, dibalik pertemuan dan perkenalan.

Ayah dan abangnya sama-sama memiliki rasa dengan ibu. Abangnya ayah bercerita kepada ayah bahwa ia menyukai ibu yang tak lain adalah adik dari sahabatnya. Ia bermaksud akan meminang ibu, ketika ia di terima di salah satu perusahaan besar di kota Lhokseumawe.

Ketika itu ayah yang juga sudah memiliki rasa kepada ibu, berusaha untuk mengalah kepada abangnya. Ia membiarkan abangnya berjuang untuk mendapatkan cinta ibu. Meski semuanya begitu pahit, tapi ia yakin satu hal. Jika jodoh tidak akan kemana. Pengumuman kerja sang abang ayah pun akan keluar.

Ayah dan abangnya pergi keluar kota untuk melihat pengumuman, dengan menumpang mobil pick up serabutan milik tetangga. Mereka tidur di bak bagian belakang mobil, naas nya ketika ada tanjakan tajam abang ayah terhempas hebat sampai terkena pohon kayu dan meninggal dunia. Padahal ketika itu pengumuman pekerjaannya dinyatakan lulus bersama dengan abang ibu, yang juga mengikuti test ditempat kerja yang sama.

Itulah jika Tuhan telah berkehendak. Apapun akan terjadi. Ayah yang memiliki perasaan cinta yang semakin dalam kepada ibu. Segera menyelesaikan kuliah dan meminang ibu. Mereka menikah dan setahun kemudian aku lahir sebagai buah hati yang di anugerahkan tuhan untuk cinta mereka.

“Itulah dia kisah ayah, mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kamu. Bahwa hidup ini penuh dengan misteri. Semua telah diatur dalam suatu skenario tuhan, kita hanya actor di dalamnya yang akan bermain sesuai skenario yang telah ditulis,” ayah menutup ceritanya, sembari menarik nafas panjang kembali.

Baginya, kenangan bersama ibu tak akan pernah terlupakan sampai kapanpun.[]

Note : Tulisan ini ikut serta dalam lomba ngeblog FLP-Aceh, dengan Tema "Pena Kami Tidak Puasa"

4 komentar:

Unknown mengatakan...

kereen dara, tetap berkreatifitas ya .. :D

Ferhat Muchtar mengatakan...

serius Dara meninggalnya kena pohon? tiba-tiba kali jadinya??

Darahersavira mengatakan...

Iya bang. Kejadiannya malam, jadi mereka tidur di bak mobil pick up. Pas ada tanjakan, semacam polisi tidur gitu terlempar kencang. Dan kenak pohon. Sempat dibawa lari rumah sakit, tapi meninggalnya di jalan. Iya, tiba-tiba kali kejadiannya memang bang.

Unknown mengatakan...

jeh
kejadiannya di mana tu?

Posting Komentar