Selasa, 21 Mei 2013

Ketika Nenek Sakit

Aku dan Nenek
Bercerita mengenai rumah sakit sudah sangat sering aku kesana, apapun rumah sakitnya. dan apapun masalahnya, seperti liputan mengejar berita, kecelakaan, dan paling sering menjaga nenek sakit. Berbicara persoalan nenek masuk rumah sakit, tak bisa dihitung berapa kali ia dirawat. Wajar, nenekku sudah berumur lanjut. Kira-kira ia lahir sebelum kemerdekaan Indonesia. tahun 1930 an.
Di keluarga, kami memanggil nenek dengan sebutan chik. Chik, memiliki 6 anak, 15 cucu dan 8 cicit. Namun, ia masih sehat. Bahkan ia sedikit alergi jika melihat saluran depan rumah tersumbat atau rumput didepan rumah sudah menjalar kemana-mana. Dengan singgap ia langsung terjun lapangan membersihkan saluran dan memangkas rumput. #dahsyat nenek gue kan. ckckck

Nah, setelah nenek lelah dengan aktivitas yang diubernya. mulailah penyakitnya timbul. Asam lambung, jantung, asam urat, nyeri punggung, pegal linu, sakit kepala. OMG,. padahal kami para cucu nya sudah berulang kali mengingatkan ia agar tidak bekerja keras, karena menginggat penyakit yang ada pada dirinya diusianya yang sudah rentan.

Nenek dirawat, diinfus, minum obat, kadang-kadang kejang-kejang sendiri karena kontraksi obat yang disuntik ke infus. Aku waspada setiap waktu. Tidur gak nyenyak. Tidur gak molor dan tidur gak mimpi. #ckckck

aku sering panik dan buat keributan dirumah sakit kalau nenek kehabisan cairan infus dan kalau nenek tiba-tiba kejang-kejang ditidurnya karena reaksi obat. #obatnya ekstream kan ?

Pernah suatu kali, nenek sakit. Sakitnya berbeda dengan sakit yang sering ia derita. Ia tidak bisa berbicara. semua pembicaraannya tidak bisa dicerna akal fikiran. setiap kali ia bicara dengan orang lain. orang tersebut tidak mengerti maksudnya.#aku hanya bisa bilang. Teks dibawah ini.
Terpaksa nenek dirawat di rumah sakit swasta jauh dari rumah. Dan pastinya aku yang setia menjaganya di rumah sakit. Secara, aku udah tinggal belasan tahun dengannya.

Malam pertama dirumah sakit, aku waspada. Untuk jaga-jaga selang infus nenek, agar tidak menyedot darah. Karena, terkadang terlalu sering kejadian cairan infusnya habis. Sehingga darah nenek masuk pada selang infusnya. #gara-gara yang jagainnya molor disamping tempat tidur. Sangking waspadanya aku tidak tidur, menunggu tetesan-tetesan cairan masuk ke tubuh nenek. Perawat rumah sakit ketika itu, sangat baik. iya menyarankan aku untuk istirahat. Dia pun mengatakan nanti jam 3 pagi baru cairan infusnya habis.

Akupun sangat bahagia dengan berita itu. Aku tertidur dan membuat alarm jam 3 pagi. Singkat cerita, alarm pun berdering. Tanpa sadar aku mengabaikannya. Hingga aku terjaga ketika azan subuh berkumandang. #itu juga terbangun karena dilempar bantal sama nenek. wkwkwkwk,.
Aku benar-benar merasa bersalah.

Bulan Februari 2013 lalu, nenek kembali masuk rumah sakit lagi. Aku juga yang menjaganya seminggu penuh dirumah sakit. Ketika itu penyakit yang diderita nenek Jantung dan asam lambung. Kata Dokter nenek tidak bisa lagi mengkonsumsi makanan yang asam, pahit dan berstruktur keras. Nenekpun hanya bisa mengkonsumsi bubur pagi, siang dan malam. Nenek tidak bisa lagi makan martabak kesukaannya, makan rujak 'Aulia', mie kocok. #oh, sayang sekali chik T^T

Dan nenekpun kembali diberikan cairan infus lagi, untuk menjaga cairan tubuhnya. Karena yang bermasalah adalah Lambungnya, jadi nenek 24 jam bolak-balik kamar mandi. Akupun setia dengan menenteng cairan infus selama nenek dikamar mandi. Tak lupa aku mematikan cairannya, dan terkadang aku lupa menghidupkannya kembali. Sehingga, pernah selama satu hari selang infusnya tidak mengalir ketubuh, karena lupa aku hidupkan. #Teledor si daraa. Le teunget ngon jaga.

Malampun tiba, tepat pukul 2 malam. Nenek terjaga dari tidurnya, ia memanggilku yang sedang tidur dipojok. Aku tak tau panggilan keberapa, dia memanggilku sampai aku terjaga. ketika aku terjaga. Nenek mengeluh perutnya sakit. Aku yang belum sadar, langsung datang ke tempat tidurnya. mengurutnya dibagian punggung. (LHO?) "apa yang dara buat ? yang sakit itu perut chik. bukan punggung" nenek memukul ku. Dan akhirnya aku benar-benar terjaga.

"Ambilin obat chik di kulkas rumah bentar" ujar nenek, sambil mengelus-elus perutnya.

"Obat yang mana ? obat kok dikulkas chik ?" kataku sambil kembali duduk ditempat tidur.

"Alah, ada obat yang dicolok ke punggung tu" seru chik sembari memaksa.

"Obat yang untuk orang gak bisa BAB tu ya ?"

"Jangan banyak tanyak. ambel terus sekarang. gak sanggup tahan lagi nie." seru chik


Akupun mengambil obat yang nenek maksudkan tadi, sebelum memberikan kepada nenek. Aku bertanya kepada perawat yang menjaga klinik saat itu. Namun, si perawat mengatakan bahwa itu bukan obat lambung. Itu obat untuk orang yang Gak bisa keluar BAB. #dulcolac nama obatnya. kalau gak salah.

Namun, nenek berkeras tetap memasukkan obat itu ke punggungnya. Ia tak mendengar kata-kata perawat itu. "Halah, peu teupe jih nyan. Prut loen ka saket lage nyoe. mantong hanjeut culok ubatnya lam punggong." (Halah, apa tau dia -- Red : Perawat -- Perut saya udah sakit seperti ini, masih aja gak boleh colok obat dalam punggung itu). Nenek marah-marah, seperti seorang Dokter yang sudah sangat mengerti mengenai obat.

Akhirnya, setelah perawat menelpon dokter yang menangani nenek. Nenekpun mau diminumkan cairan kental putih yang kata si perawat itu obat lambung yang seharusnya nenek minum ketika lambungnya sakit.

Nenek sembuh dari sakit lambungnya. Hal baru yang timbul lagi dan membuat aku tak bisa tidur semalaman adalah nenek bolak-balik ke kamar mandi. bawaannya pengen BAB melulu. OMG. kan betol, nenek salah minum obat. Lagaknya kayak dokter sih. Hasil akhir nenek kembali lemas. Dan cairan infus kembali dipasang dua botol lagi. #saya yang susah. Hiks T^T

Nenek, juga pernah bercerita. Kalau dia sangat ingin menjadi Dokter. Bahkan ia memaksaku untuk sekolah di Kedokteran. Katanya, agar aku dapat merawat dirinya ketika sudah tua seperti saat ini. Ia juga mengatakan, jadi seorang Dokter juga dapat mempermudah aku pada saat tua nanti. Ketika sakit, tak perlu salah minum obat.

Aku selalu berdoa, semoga nenek dapat melihat aku memakai Toga, aku duduk dipelaminan dan ketika aku melahirkan cicit baginya. Nenek, Aku mencintaimu ^__^

7 komentar:

Isratul Izzah mengatakan...

this is great :)

Aslan Saputra mengatakan...

Mantap-mantap. Nenek bangga dara.. #puk-puk

Darahersavira mengatakan...

Kak Isra : yee,.. makasih kakak :)

Bang aslan : semoga iya. Kalau nenek bangga dengan saya. Cucu yang sering teledor. T^T

Unknown mengatakan...

mother of mother.

Darahersavira mengatakan...

Ups baru liat,..XD
iya,. Nenek pengganti Ibu bagi Dara

Unknown mengatakan...

cucu teladan :D

Darahersavira mengatakan...

:D Predikatnya bagus ya kalau ada. Tapi dara juga cucu teledor. ckckck

Posting Komentar