Kamis, 03 September 2015

Setelah Sarjana

Tanggal 05 Juli 2015 lalu, aku resmi menjadi seorang sarjana Ilmu Komunikasi. Resmi mendapatkan dan memakai sebuah tittle di belakang nama. Untuk itu semua tidaklah mudah, kuliah ku jalani ± 4 tahun, dengan berbagai kendala. Pada titik akhir juga banyak sekali cobaan dalam membuat skripsi seorang diri. Dari yang menghabiskan semua daya, semua isi dompet sampai menghabiskan semua kertas untuk rela di corat-coret oleh pembimbing. Tetapi, Alhamdulillah dengan izin Allah semuanya ada hasil. Sidang yang sudah berakhir begitu saja, dengan nilai akhir A.

Alhamdulillah,
Setelah ini, aku harus melangkah pada tahapan yang mana ? Bukannya tak punya target, tapi saat-saat seperti ini lah yang membuat pusing harus menuntaskan target yang mana dulu. Ada beberapa teman yang baru selesai seminar proposal sudah langsung menikah, ada teman yang baru selesai sidang belum pun wisuda sudah menikah. Ada teman yang baru semester akhir, skripsi belum kelar-kelar sudah ada kerja, ada teman yang masih semester 2 sudah tunangan, ada teman yang baru selesai sidang sudah dipanggil kerja.
Aku ? Selesai sidang, tersenyum dan guling-guling di kasur. (hahahaa..) Sebenarnya semuanya itu untung-untungan, seperti pertama daftar kuliah, teman yang peringkat terakhir jebol jadi anak kedokteran, teman yang peringkat pertama jebol jadi guru olahraga. Dan kembali lagi sama yang punya nasib. Semuanya sudah diatur, tetapi usaha dan doa adalah jalan untuk perubahan kepada yang lebih baik.
Kalau punya nasib selalu jatuh dalam jurang, minimal kita usaha agar tidak terlalu jatuh jauh pada dasar jurang, pelan-pelan jika usaha dan doa ada pasti kita akan terjatuh jauh dari jurang dan tidak masuk jurang. Semua juga karna usaha.
Cerita usaha kembali lagi sesuai target mau kemana setelah sarjana. Sebenarnya banyak sekali target setelah sarjana ini, dari yang memiliki buku single, perbanyak buku antologi, melanjutkan Studi, bekerja sesuai hobby dengan penghasilan 5 juta/bulan, menaikkan ayah haji, memiliki usaha mandiri, menikah, memiliki anak. Ternyata semua itu tak semudah membuat tulisan di secarik kertas abal-abal.
Kalau semua harus pakai uang, mendapatkan uang harus bekerja keras, dan mendapatkan kerja harus berlari keras-keras. Susah sekali, bahkan ada kerjaan yang seharusnya menghasilkan uang dari permulaan, malah mengeluarkan uang untuk mendapatkan pekerjaan.
Dan, Aku harus berusaha untuk semua itu. Jauh dari bagaimana target, dan Insyaallah dengan Izin Allah pelan-pelan mencapai target secara satu per satu.

Setelah sarjana ? mau kemana ? Dan akan kemana ? Hanya Allah yang tau jalannya.

0 komentar:

Posting Komentar