Rabu, 23 April 2014

Ketika Rasa Ditulis

Ketika Tuhan menjadikan aku jatuh cinta kepadanya,
Ketika Tuhan menjadikan aku untuk mencintainya
Ketika Tuhan menjadikan aku untuk terus mencintainya dan tak pernah berhenti menjadikan dia harapan, masa depan dalam setiap getir doa yang kusebut di setiap sudut.
Ketika itulah, aku merasakan betapa luar biasa Tuhan mencintaiku. Dia menitipkan hatiku untuk mencintai seseorang. Dia memercayaiku untuk menitipkan hati seseorang. Dia mengizinkan aku untuk dapat terus bernafas dan selalu mensyukuri tentang seseorang yang telah ia titip.

Terima kasih Tuhan, aku berjanji akan menjaganya. Menjaga cintanya, untuk terus dapat menikmati dan mensyukuri nikmat cinta yang kau beri. Bila suatu waktu aku dan dia tidak kau pertemukan dalam ikatan suci, izinkan diri ini untuk dapat mengikhlaskan segalanya ketentuanmu. Izinkan hati ini untuk tetap tenang, meski aku tau air mata tak dapat menahan semua getir sakitnya hati. Dan izinkan aku untuk mendapatkan seseorang yang lain, yang tetap mencintaiku karena mu seperti lelaki ini.

Tuhan, Jika aku duluan harus kau panggil meninggalkan semuanya. Termasuk lelaki ini, izinkan aku untuk meminta kepadamu. Meminta agar engkau tetap terus menjaga dia untukku, izinkan dia untuk mengikhlaskan kepergianku, izinkan dia untuk dapat melupakan cinta ini dan izinkan dia untuk mencintai seseorang yang lain. Seseorang yang lebih pantas dariku.

Tapi Tuhan, kini aku hanya punya satu permintaan yang bersifat nyata pada Mu. Permintaan yang baru saat ini aku pinta, permintaan yang baru saat ini aku siap untuk engkau kabulkan. Permintaan yang hanya sekali aku pinta. Jaga dia untuk aku, Tuhan. Dekatkan hati ini dengan hati nya, selalu Tuhan. Jangan pernah pisahkan kami, kecuali mautmu. Dan cepatlah datang hari bahagia itu Tuhan, agar tak ada yang menodai cinta ini. Agar tak ada tinta hitam yang menetes se titikpun pada cinta suci ini, izinkan kami untuk menjadi halal satu sama lain. Hanya itu Tuhan, izinkan kami bahagia dalam nauganmu.

Titip salamku untuk lelaki itu.
Lelaki yang sedang duduk melamun di sudut kota Bireuen.
Lelaki yang senang tersenyum, karena senyum itu sedekah katanya.
Lelaki yang suka di perhatikan dan tidak suka jika di cuekkan.
Lelaki yang selalu menjagaku, hanya untuk dirinya seorang.
Aku mencintainya Tuhan, sungguh ! Aku mencintainya, tak sanggup untuk mengumpamakan rasa ini. Tak sanggup untuk mengartikan seperti apa.
Tanpa aku menuruti kemauannya, aku berani mengaku diluar itu semua. Bahwa aku mencintainya.

Tolong Tuhan jangan pernah hapus rasa cintanya untukku. Tolong Tuhan, perbanyaklah dan perkuatlah rasa cintanya untukku :)


2 komentar:

Will mengatakan...

menarik untuk di simak dek :)

Will mengatakan...

menarik untuk di simak dek :)

Posting Komentar