Rabu, 12 Februari 2014

Edisi Ultah #1

Beberapa hari lagi aku akan menutup angka sembilan belas dan menuju usia dua puluh tahun. Ah, dua puluh ya ? Bagi setiap orang usia dua puluh, masih sangat muda untuk meraih sebuah cita-cita atau mungkin masih panjang jalan meniti karir kehidupan. Tapi, bagiku pribadi usia dua puluh merupakan sesuatu yang harus di sambut dengan rasa syukur. Lika-liku dan hitam putih sangat berasa, ketika kuusap air mata, ketika aku tertawa riang tanpa beban dan ketika aku harus terkapar diatas tempat tidur untuk sekian minggu.

Dua puluh memang. Sepuluh tahun dari angka dua puluh, aku tertatih menjalani hidup ini tanpa ibu. menyelesaikan semua hari-hari dalam hidup dengan rasa rindu yang tersendat. Disini. Di relung hati paling dalam. Tak dapat aku utarakan, jika tidak pada kertas dan pena, jika tidak pada tumpukan tanah yang luas dan tinggi sekian meter yang disana juga belum tentu ada jasad ibu. dan jika tidak pada seuntai doa setiap waktu ketika menghadap illahi.

Dua puluh tahun ini, merupakan rasa syukur yang sangat mendalam kepada Illahi. Dulu, sepuluh tahun yang lalu. Aku tak pernah bisa berfikir akan sampai pada usia ini. Aku tak pernah berfikir, untuk jadi apa sekarang ini dan aku tak pernah berfikir mengenai apa yang harus aku perbuat di usia ini. Tapi, tenang saja. Aku akan bangkit, bangkit dari keterpurukan itu. Aku bisa !

Buktinya saja, sekarang aku sudah sampai pada angka dua puluh. 

"Mama, putri kecilmu sudah dua puluh tahun"

"Mama, putri kecilmu sudah mengenal dunia"

"dan Mama, kau tak usah khawatir. Putri kecilmu sudah dapat mengatur hidupnya yang penuh hitam putih"


Persembahan untuk dua puluh tahun, aku akan membuat dua puluh postingan di blog ini. Mengenai aku dan setiap tanggal 16 February. ^__^

0 komentar:

Posting Komentar